Selamat Jalan Pak Pri

image

Saya termasuk beruntung. Di saat semakin kurangnya perhatian desainer muda dengan sejarah desain grafis di Indonesia (atau bahkan dunia), saya berkesempatan bertemu ngobrol dengan beberapa desainer grafis senior Indonesia. Termasuk di antaranya Pak Priyanto Sunarto, yang baru saja meninggal dunia siang hari ini.

Pertama kali bertemu langsung adalah ketika Pameran “Politik Gambar Dua Empu” di Taman Ismail Marzuki, 2013 lalu. Pameran ini adalah pameran kolaborasi antara Pak Pri dan Pak Prinka (Alm). Saat itu, saya hanya sempat menyapa pamit pulang karena masih terlalu segan untuk mengajak ngobrol

Sampai suatu hari, seorang teman sekaligus editor Titik Dua saat itu, Pradnya, mengajak saya untuk bersama-sama mewawancarai Pak Pri mengenai Pendidikan Desain Grafis di Indonesia. Saya segera meng-iyakan tawaran itu, selain penasaran dengan isi wawancara, saya juga memang ingin sekali berdiskusi dengan beliau.

Kami bertemu di Victoria Bakery & Cafe, Bandung, sebuah cafe sekaligus toko roti lawas yang suasananya sangat mendukung untuk bercengkerama. Kami ngobrol dan berdiskusi sekitar 1 jam lebih. Sebagai orang yang sangat mudah awkward ketika berkenalan dengan orang baru, saya bisa dengan cepat beradaptasi dengan Pak Pri yang begitu bersahabat. Ditambah, beliau ternyata benar-benar jahil dan jenaka – seperti yang pernah diceritakan beberapa rekan. Dengan perbedaan umur yang terpaut cukup jauh, beliau tidak pernah menggurui ketika mengobrol dengan saya. Di usia yang sudah kepala tujuh, Pak Pri juga tetap memiliki semangat dan pemikiran yang “muda”, dapat dengan mudah nyambung dengan apa yang saya pikirkan. Satu hal yang saya ingat, beliau sangat menekankan bahwa mahasiswa harus berani memiliki gagasan-gagasan yang inovatif, apalagi dengan semakin tersedianya fasilitas di masa ini. 

Pertemuan selanjutnya adalah ketika saya mengunjungi rumah beliau dalam rangka membuat artikel menyambut ulang tahun DGI ke-7 dengan tema “Catat, Koleksi, Arsip”. Saat itu, Pak Pri mengenakan kaos "Saya Seorang Desainer Grafis" keluaran DGI. Di pertemuan-pertemuan selanjutnya pun, Pak Pri selalu memakai kaos ini. Sungguh saya bisa melihat bangganya beliau berkarya sebagai seorang desainer grafis. 

Melanjutkan kunjungan ke rumah, Pak Pri ternyata seorang kolektor bungkus rokok yang cukup serius (walau beliau mengatakan koleksinya masih sedikit). Saya katakan serius karena selain koleksinya yang banyak, juga terarsipkan dengan rapi. Karena hobi mengoleksi, selain rokok, beliau juga mengoleksi pensil, label makanan, tiket pesawat, sampai stiker buah apel! Dari sana saya semakin sadar kecintaannya terhadap desain sangat besar.

Pertemuan terakhir adalah ketika acara Tujuh Tahun DGI di Dia.Lo.Gue. Artspace, Kemang. Pak Pri–bersama Pak Yongky dan Pak Iwan–berbagi mengenai koleksinya serta membahas pentingnya seorang desainer memiliki kebiasaan mencatat dan mengumpulkan. Serunya, Pak Pri membawakan makanan berbentuk bola (saya lupa namanya) sebagai hadiah ulang tahun untuk DGI. 

Satu hal yang sangat saya sesali adalah tidak sempat mengunjungi Pak Pri di beberapa pekan terakhir ketika kondisi tubuh beliau menurun. Harusnya padatnya pekerjaan tidak menjadi alasan. Ah, sudahlah..

Walau belum mengenal lama, Pak Pri sangat berkesan bagi saya. Selain karya dan pemikirannya, kehangatannya akan menjadi hal yang saya ingat selalu. 

Hari ini menjadi hari duka bagi kita semua. Semoga semangat dan perhatian beliau yang begitu besar bagi desain grafis Indonesia, dapat menular kepada kita, para penerusnya. 

Sekali lagi, selamat jalan Pak Pri. Semoga tenang di sana. :)

image

Foto bersama dengan Pak Pri, Pradnya, dan Hana. Victoria Cafe & Bakery, Bandung

Berbagi Perspektif

18 Juli 2014
15.30 WIB – selesai
Aksara Bookstore
Jl. Kemang Raya 8B, Jakarta Selatan 12730

Berbagi Perspektif adalah bentuk pengenalan DGI Press sebagai divisi penerbitan lembaga kolaboratif Desain Grafis Indonesia (DGI) kepada umum dan khususnya desainer grafis. Oleh karena itu, sesi-sesi acara akan spesifik mengupas buku terbitan perdana DGI Press berjudul “Perspektif: 19 Desainer Grafis Muda Indonesia” dari segi penerbitan, produksi, dan wacana yang mewarnai isinya. Acara ini mengundang pakar penerbitan dan produksi, dan desainer grafis muda yang sedang naik daun. Selain itu, acara ini juga akan melakukan penayangan perdana film dokumenter “Apa itu Desain Grafis” yang mencatat makna profesi, industri, dan ilmu desain grafis dari 6 tokoh senior desain grafis Indonesia.

Acara ini adalah wujud pelaksanaan misi DGI yaitu “membimbing pemahaman di antara desainer grafis Indonesia dan persimpangannya dalam seni, desain, kebudayaan, dan masyarakat”. Dalam perjalanan 7 tahunnya, DGI berkomitmen untuk membentuk “ruang belajar” kolaboratif agar pencatatan, pengoleksian, dan pengarsipan perkembangan desain grafis Indonesia terwujud.

Poster #001

image

Trust me, it’s a dinosaur!

06/24 - 0

Design Authorship

image

A poster for “Perspektif: 19 Desainer Grafis Muda Indonesia” book tour. 

Journal #3

05/30 - 2

Journal #2

image

image

image

image

image

image

image

05/29 - 1

Journal #1

image

image

image

image

image

image

image

05/29 - 4

Shit Happens

Save your time, save your energy. Because no matter what achievements you’ve made, in the end, the question you have to answer is, “how much do you make?”

04/09 - 1

Dialogue

02/26 - 0

DGI Zine 002

Sampul DGI zine 002

02/25 - 0
©